Langsung ke konten utama

strategi pembelajaran di SD
TUGAS 8
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Keterampilan dasar mengajar 1

Disusun Oleh:
Wini Sartika
(1820094)
Kelas: 4.4 PGSD

Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

 ADZKIA PADANG

2020






Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
1. Membuka pelajaran
         Membuka pelajaran adalah seberapa jauh kemampuan guru dalam memulai interaksi belajar mengajar untuk suatu jam pelajaran tertentu. Menurut Abimanyu membuka pelajaran adalah "kegiata yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari. Menurut Sanjaya membuka pelajaran atau set induction adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang disajikan sehingga akan mudah mencapai kopetensi yang diharapkan, artinya kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian agar siswa terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari.
           Membuka pelajaran (set induction), adalah aktivitas yang dilakukan guru untuk menciptakan kondisi siap mental, menumbuhkan perhatian serta meningkatkan motifasi siswa agar terpusat pada kegiatan belajar yang dilakukan. Kegiatan membuka pelajaran bukanlah kegiatan basa-basi tanpa arah yang jelas. Dengan membuka pelajaran dimaksudkan untuk menkondisikan siap mental bagi siswa untuk mengikuti tujuan yang diinginkan. Dengan kata lain, bahwa kesan pertama yang baik akan membuahkan hasil yang baik.
          Hubungan yang tercipta antara guru dan siswa pada waktu interaksi belajar mengajar berlangsung, sesungguhnya ada dan dapat diamati tetapi dengan cara yang tidak langsung. Kalimat-kalimat awal yang diucapkan guru menentukan keberhasilan  jalannya sebuah pelajaran. Tercapainya tujuan pembelajaran bergantung pada metode mengajar guru, berguna jika guru gagal dalam memperkenalkan pelajaran. Dalam tahap ini, yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menetapkan sikap dan minat yang benar diantaranya anggota kelas.

a. Tujuan Membuka Pelajaran
        Untuk menciptakan kondisi kesiapan mental siswa dalam mengikuti pembelajaran, maka kegiatan membuka pelajaran tidak cukup hanya dengan melakukan kegiatanyang bersifat administrasi, yaitu:

Mengecek kehadiran siswa
Menyiapka alat-alat pelajaran
Mempersiapkan buku sumber dan kegiatan administrasi lainnya.
        Kegiatan atau pemeriksaan yang bersifat administrasi saja pada mengawali pembelajaran, belum tentu akan mencapai sasaran menumbuhkan kesiapan mental siswa secara optimal. Dengan demikian, kegiatan membuka pembelajaran selain untuk mempersiapkan hal-hal yang bersifat teknis administratif , terutama harus memfokuskan pada upaya pengkondisian kesiapan baik fisik maupun mental, perhatian dan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan inti pembelajaran.
        Maka tujuan dari keterampilan membuka pembelajaran adalah:
Membangkitkan motivasi dan prhatian
Membuat anak didik memahami bentuk tugas
Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan inti pembelajaran
menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman/bahan yang sudah dimiliki/diketahui dengan yang akan dipelajari.
Memberikan gambaran tentang pendekatan tentang pendekatan atau kegiatan yang akan diterapkan atau dilaksanakan dalam kegiatan belajar.
b. Prinsip-Prinsip Membuka pelajaran
         Menurut Marno dan idris (2008:92-930), ada lima prinsip penggunaan keterampilan membuka pelajaran yaitu:
Singkat, padat dan jelas
Tidak diulang-ulang atau berbelit-belit
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak
Disertai contoh atau ilustrasi seperlunya
Mengikat perhatian anak
         Sedangkan menurut Joni (1984:4-50), ada dua prinsip, yaitu:
Bermakna yaitu, usaha menarik perhatian atau motivasi siswa, guru harus memilih cara yang relevan dengan isi dan tujuan pembelajaran.
Berurutan dan berkesinambungan yaitu, aktifitas-aktifitas membuka pelajaran yang dilakukan oleh guru akan bermanfaat sesuai yang diharapkan, apabila dilakukan sesuai hirarkinya. Guru dalam mengenalkan dan merangkum kembali pokok-pokok pelajaran hendaknya merupakan bagian yang utuh. Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran serta dengan tugas-tugasnya akan dikerjakan sebagai tiindak lanjut nampak jelas dan logis.
c. Komponen-Komponen dalam Membuka Pelajaran
          Sebagaimana diketahui kegiatan membuka pelajaran dapat dilakukan pada setiap awal kegiatan. Komponen keterampilan yang perlu dikuasai guru dalam membuka pelajaran adalah sebagai berikut:
1. Menarik perhatian siswa
    a. Memvariasikan gaya mengajar guru
           Menggunakan alat-alat bantu mengajar yang dapat menarik perhatian siswa:
Pola interaksi yang bervariasi (Djamarah, Syaiful Bahri, 2005), pembelajaran adalah sustu proses komunikasi, komunikasi pembelajaran yang dikembangkan secara interaktif akan menarik perhatian siswa, karena suasana pembelajaran tidak monoton, variasi komunikasi pembelajaran, misalnya kapan saat yang tepat untuk klasikal, individu, kelompok.
Tempat belajar, misalnya selain belajar didalam kelas, juga untuk menarik perhatian siswa, guru dapat merancang pembelajaran dilakukan diluar kelas, laboratorium, perpustakaan, atau tempat belajar lainnya yang memungkinkan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
    b. Menumbuhkan motivasi  belajar siswa, yang dapat dilakukan dengan:
Membangun suasana akrab sehingga siswa merasa dekat, misalnya menyapa dan berkomunikasi secara kekeluargaan.
Menimbulkan rasa ingin tahu, misalnay mengajak siswa untuk mempelajari suatu kasus yang sedang hangat dibicarakan.
    c. Memberikan acuan atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan, yang dapat     dilakukan dengan cara:
Mengemukakan tujuan yang akan dicapai serta tugas-tugas yang harus dilakukan dalam hubungan dengan pencapaian tujuan.
Menjelaskan langkah-langkah atau tahap pembelajaran, sehingga siswa memahami apa yang harus dilakukan.
Menjelaskan target atau kemampuan yang harus dimiliki setelah pembelajaran berlangsung.
   d. Membuat Kaitan
             untuk membuat kaitan dalam membuka pembelajaran guru dapat melakukan dengan menghubungkan antara materi yang akan disampaikan dengan materi yang telah dikuasai siswa siswi (pengetahuan siap) disamping itu perlu dikaitkan guru menurut mulyasa (2005:88) antara lain dapat berupa:
Mengajukan pertanyaan apersepsi.
Mengulas sepintas garis besar isi pelajaran yang telah lalu.
Mengaitkan materi yang diajarkan dengan lingkungan siswa siswi.
Menghubungkan bahan pelajaran  yang sejenis dan berurutan.

2. Menutup Pembelajaran
         Belajar dapat dikatakan suatu proses yang tidak pernah berhenti karena merupakan suatu proses yang tidak berhenti atau merupakan suatu proses yang berkelanjutan menuju kearah kesempurnaan. Setiap kali berakhir dari suatu interaksi anata guru dan siawa, hanyalah merupakan suatu perantara saja untuk kemudian beranjak keinteraksi selanjutnya pada hari lain, jadi akhir suatu pelajaran buakan berarti seluruh proses belajar atau interaksi telah selesai sama sekali. Oleh karena itu, suatu kesan perpisahan yang baik pada akhir pelajaran sangat diperlikan agar pertemuan pada kesempatan yang lain dapat diterima dan barlangsung baik.
        Mengakhiri pelajaran atau menutup pelajaran sama pentingnya dengan membuka pelajaran, walau tentu saja berbeda tujuan dan fungsinya. Seperti juga dalam membuka pelajaran, dalam rangka menutup pelajaran bersama-sama dimana murid semua kelas yang dirangkap hadir dalam suatu ruangan atau satu tempat. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengontrol suatu episode pembelajaran untuk setiap kelas secara utuh.
       Menurut Soli Abimanyu menutu pembelajaran pada dasranya adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran.
a. Tujuan Menutup Pembelajaran
Untuk memberikan pemahaman yang utuh terhadap materi pokok atau kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Menetapkan pemahaman siswa terhadap materi pokok atau kegiatan pembelajaran telah dilakukan,
Untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil pembelajaran yang telah diperoleh siswa, sekaligus sebagai umpan balik bagi guru.
 Untuk memberikan tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan proses dan hasil pembelajaran yang telah dicapai siswa.
b. Menilai (mengevaluasi)
Tanya jawab secara lisan yang dilakukan guru kepada siswa secara perorangan, kelompok atau klasikal.
Mendemonstrasikan ide baru pada situasi lain.
Menyatakan pendapat tentang masalah yang dibahas, baik pendapat itu berupa pendapat perorangan maupun pendapat kelompok.
Memberika soal-soal tertulis yang dikerjakan oleh siswa secara tertulis pula.
c. Tindak Lanjut
        Alternatif lain yang dapat dilakukan guru dalam mengakhiri pembelajaran adalah dengan cara memberikan tindak lanjut (Aqib, Zainal, 2003). yang dimaksud dengan tindak lanjut yaitu upaya menindaklanjuti terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, dengan maksud untuk lebih memantapkan pemahaman siswa baik berkenaan dengan konsep-konsep yang dipelajari maupun dalam rangka mengaplikasikan pemahaman konsep terhadap pemecahan-pemecahan masalah praktis. Jika kegiata tindak lanjut bisa berupa pekerjaan rumah (PR), mengerjakan tugas-tugas tertentu (proyek), melakukan obsevasi atau pengamatan, wawancara sederhana atau kegiatan lain atau yang sejenis.

3. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
         Diskusi kelompok kecil merupakan salah satu format pembelajaran yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Melibatkan 3-9 orang siswa setiap kelomponya.
Mempunyai tujuan yang mengikat.
Berlangsung dalam interaksi tatap muka yang formal.
Berlangsung menurut proses yang sistematis.
        Komponen Membimbing Diskusi Kelompok Kecil:
Memusatkan perhatian siswa.
Memperjelaskan pendapat siswa.
Menganalisis pandangan siswa.
Meningkatkan kontribusi siswa.
Menutup diskusi.

Komentar

Posting Komentar