Langsung ke konten utama

TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tugas 9

Tentang

"Keterampilan Dasar Mengajar II"


Disusun Oleh:

Wini Sartika

(1820094)

kELAS: 4.4 PGSD

Dosen Pembimbing
Yessi RIfmasari, M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANADZKIA
PADANG
2020








A. Keterampilan Dasar Mengajar II
         Menurut bahasa "Keterampilan" artinya kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Sedangkan menurut istilah "keterampilan" adalah sekumpulan pengetahuan dan kemampuan yang harus dikuasai. Kemudian "mengelola" menurut bahasa artinya mengendalikan, menyelenggarakan, mengurus, menjalankan. Menurut istilah "mengelola" adalah penciptaan suatu kondisi yang memungkinkan belajar siswa menjadi optimal. Kelas artinya ruang belajar.
         Seorang guru yang berhasil dalam mengajar bukan saja ditentukan oleh hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, seperti perumusan tujuan secara tepat dan jelas, pemilihan pengajar, penguasaan materi yang memadai, pemilihan metode mengajar yang tepat, serta lengkapnya sumber belajar. Tetapi ada juga hal-hal yang menentukan keberhasilan seorang guru seperti kemampuan guru dalam mencegahnya timbul tingkah laku siswa yang menggangu berlangsungnya kegiatan belajar mengajar serta keterampilan guru dalam mengelolanya.
         Pengelolaan kelas merupakan keterampilam guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta guru mampu mengembalikannya bila terjadi masalah dan kondisi belajar yang optimal serta guru mampu mengembalikannya bila terjadi masalah dan ganguan dalam proses belajar mengajar. Dalam artian, kegiatan-kegiatan untuk memelihara kondisi belajar yang optimal dan mempertahankan kondisi belajar apabila terjadi suatu gangguan dan masalah ketika proses belajar mengajar berlangsung. Adapun yang termasuk kedalam hal ini, seperti halnya penghentian tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, memberikan ganjaran bagi siswa yang tidak menepati waktu yang telah disepakati.
   
     1. Keterampilan Mengelola Kelas
         a. Pengertian keterampilan mengelola kelas menurut para ahli
Menurut Sudirman, pengelolaan kelas adalah upaya dalam mendayagunakan potensi kelas.
Menurut Syaiful Bachri Djamarah, pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar optimal dan membalikkannya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.
Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, pengelolaan kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkanserta dapat memotivasi peserta didik untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan.
     2. Tujuan Pengelolaan Kelas
              Menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:170) pada hakikatnya terkandung dalam tujuan pendidikan. Tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam linkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa. Sedangkan menurut Arikunto (dalam Djamarah 2006:178) berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

     Menurut Ahmad (1995:2) ada beberapa tujuan pengelolaan kelas yaitu sebagai berikut:
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkingan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkingan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
             Tujuan pengelolaan kelas bagi siswa:
Mendorong siswa bertanggung jawab terhadap tingkah laku dan pengendalian diri.
Membantu siswa dalam memahami tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas.
Menimbulkan keinginan berpartisipasi dalam tugas dan bertingkah laku sesuai dengan aktivitas kelas.
            Tujuan pengelolaan kelas bagi guru:
Mengembangkan keterampilan memelihara kelancaran pengajaran.
Mengembangkan keterampilan mengambil langkah-langkah pembelajaran secara tepat.
Memiliki kesadaran terhadap kebutuhan siswa dan mengembangkan kopetensi dalam memberikan pengarahan yang jelas.
Memberi respon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang menimbulkan gangguan.
      3. Prinsip-Prinsip Penggunan
            Menurut Djamarah (2006:185) menyebutkan "dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat dipergunakan. "Prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukkan oleh Djamarah adalah sebagai berikut:
      a. Hangat dan Antusias
             Hangat dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
      b. Tantangan
             Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menentang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
      c. Bervariasi
            Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
      d. Keluesan
            Keluesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.
     e. Penekanan pada Hal-Hal yang Positif
            Pada dasarnya dalam mengajar dan medidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan meghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif dari pada mengomelo tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat menggangu jalannya proses belajar mengajar.
     f. Penanaman Disiplin Diri
            Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.

B. Komponen-Komponen Keterampilan Mengelola Kelas
         Komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas pada umumnya bagi kepada dua bagian menurut Syaiful Bahri Djamarah, yaitu:
1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif)
         Keterangan ini berhubungan dengan kopetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan dengan keterampilan antara lain:
a. Sikap Tanggapan
       komponen ini ditunjukkan oleh tingkah laku guru bahwa guru hadir bersama siswa. Guru tahu kegiatan siswa, apakah memperhatikan atau tidak, tahu apa yang siswa kerjakan. Seakan mata guru ada di belakang kepala, sehingga guru bisa menegurnya menulis di depan kelas. Sikap tanggapan ini bisa dilakukan dengan cara:
Memandang secara seksama. Memandang secara seksama dapat melibatkan dan mengubdangsiswa dalam kontak pandang serta hubungan antar pribadi. Hal ini terlihat dari adanya pendekatan guru untuk bercakap-cakap, bekerjasama, dan menunjukkan rasa persahabatan.
Gerak mendekati. Gerak medekati hendaklah dilakukan secara wajar bukan menakut-nakuti, mengancam atau memberikan kritikan-kritikan kelompok kecildan individu ditandai dengan kesiagaan, minat dan perhatian guru terhadap aktivitas siswa serta tugas guru.
Memberi pernyataan. Pernyataan guru terhadap sesuatu yang dikemukan oleh siswa sangatdiperlukan, baik berupa tanggapan, komentar, dan lain-lain. Akan tetapi harus dihindari hal-hal menunjukkan dominasi guru, seperti komentar atau pernyataan yangmengandung ancaman.
Memberi reaksi terhadap gangguan dan ketidak acuahan. Memberikan reaksi berupa teguran perlu dilakukan oleh guru untuk mengembalikan keadaan kelas yang tidak tenang.
b. Membagi Perhatian
       Pengelolaan kelas yang efektif terjadi bila guru mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama, membagi perhatian ini dapat dilakukan dengan cara:
Visual, guru mengalihkan pandangan dari satu kegiatan kepada kegiatan yang laindengan kontak pandang terhadap kelompok siswa atau seseorang siswa.
Verbal, guru dapat memberikan komentar, penjelasan, pertanyaan dan lain-lain terhadap aktivitas seseorang siswa sementara guru memimpin kegiatan siswa yang lain.
c. Pemusatan Perhatian Kelompok
       Kegiatan siswa dalam belajar dapat dipertahankan dari waktu ke waktu, guru mampu memusatkan perhatian terhadap tugas-tugas dapat dilakukan dengan cara:
Menyiap kegiatan kan Siswa. Artinya memusatkan perhatian siswa kepada suatu hal sebelum guru menyampaikan materi pokok. Maksudnya adalah untuk menghindari penyimpangan perhatian siswa.
Pertanggungjawaban. Guru meminta pertanggungjawaban siswa atas kegiatan dan keterlibatan siswa dalam suatu kegiatan, baik kegiatan sendiri maupun kegiatan kelompok, misalnya dengan meminta kepada siswa memperagakan, melaporkan hasil dan memberi tanggapan.
Pengarahan dan petunjuk jelas. Guru harus sering memberi pengarahan dan petunjuk yang jelas dan singkat dalam memberikan pelajaran kepada siswa sehingga seluruh anggota kelas, baik kelompok maupun individu dengan menggunakan bahasa dan tujuan yang jelas.
Penghentian. Salah satu cara untuk menghentikan gangguan siswa adalah berupa teguran yang dilakukan oleh guru, teguran ini berupa teguran verbal yang di benarkan dalam pendidikan. Teguran verbal yang efektif adalah yang memenuhi syarat sebagai berikut: a) Tegas dan jelas tertuju pada siswa yang menganggu anggota kelas serta yang bertingkah laku menyimpang. b) Mengindari peringatan yang kasar dan menyakitkan atau yang mengandung penghinaan. c) Menghindari ocehan dan ejekan.
Penguatan. Memberi penguatan bisa dilakukan untuk mengulangi siswa yang mengganggu atau yang tidak melakukan tugas dengan masalahnya. Pemberian penguatan yang sederhana adalah: a) Dengan menggunakan penguatan positif bila siswa telah menghentikan tingkah laku dan kembali kepada tugas yang diminta. b) Dengan menggunakan penguatan positif kepada siswa yang tidak menggunakan anggota kelas dan bisa dijadikan sebagai model tingkah laku yang baik kepada siswa yang suka menggangu.
Kelancaran atau kemajuan. Kelancaran atau kemajuan siswa adalah indikator bahwa siswa dapat memutuskan perhatiannya pada pelajaran yang diberikan di kelas. Ini perlu didukung guru dan jangan diganggu dengan hal-hal lain yang membuyarkan kosentrasi belajar siswa.
2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi yang optimal.
        Keterampila ini menurut Syaiful Bahri Djamarah berkaitan dengan tanggapan guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi yang optimal. Apabila terdapat siswa yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang, guru sudah menggunakan tindakan dan tanggapan yang sesuai, guru bisa meminta bantuan kepada kepala sekolah, konselor sekolah, dan orang tua siswa untuk mengatasinya. Ada beberapa strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah laku siswa yang terus menimbulkan gangguan diantaranya:
   a. Modifikasi Tingkah Laku
          Guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah dan kesulitan dan berusaha memodifikasi tersebut dengan mengaplikasikan pemberian penguatan dengan sistematis.
   b. Guru dapat menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memperlancar tugas dan memelihara kegiatan kelompok.
   c.  Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.

C. Hal-Hal yang Harus Di HindarinDalam Pengelolaan Kelas
Campur tangan yang berlebih (teachers instruction)
Kelenyapan (fade awal)
Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan (stops and stars)
Penyimpangan (digression)
Bertele-tela (overdweillin)
D. Pengertian Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil
         Menurut Dequeliy dan Gazali (Slameto, 2010:30) mendefenisikan mengajar adalah menambah pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat.
         Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kemampuan guru? instruktur/ widyaiswara dalam mengembangkan terjadinya hubungan interpersonal yang sehat dan akrab antar guru dengansiswa, maupu antar siswa dan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan Didi Suprieadi dan Darmawan Bandung PT Remaja Rosdakarya (2012: 158)

E. Syarat-Syarat Agar Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan Agar Dapat Terwujud
Adanya hubungan yang sehat dan akrab antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa.
Siswa belajar dengan kecepatan, kemampuan, cara dan minat sendiri.
Siswa memdapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhan.
Siswa dilibatkan dalam perencanaan belajar.
Guru dapat memainkan berbagai peran.
F. Prinsip-Prinsip Mengajar Kelompok Kecil dan perorangan
Tidak semua topik dapat disajikan dalam format kelompok kecil dan perseorangan.
Lakukan pengajaran kelompok kecil dan perseorangan secara bertahap.
Pengorganisasian siswa, sumber/materi, ruang, dan waktu harus dilakukan secara cermat.
Guru harus mengenal seswa secara pribado
G. Hal-Hal yang Perlu Dipehatiakn Dalam Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Pembelajaran dilakukan berdasarkan perbedaan individu.
memperhatikan dan melayani kebutuhan siswa.
Mengupayakana proses belajar mengajar yang aktif dan efektif.
Merangsang tumbuh kembangnya kemampuan optimal siswa.
pergeseran dari pengajaran klasikal ke pengajaran kelompok dan perseorangan,
Langkah pengajaran kelompom kecil dan perorangan.
Menggunakan berbagai Variasi dalam Pengorganisasiannya.

Komentar

Posting Komentar